lingkupperistiwa.com, Pekanbaru – Riau, 16 Februari 2026 Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi, situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Provinsi Riau menjadi perhatian utama seluruh elemen masyarakat. Di Bumi Lancang Kuning yang dikenal sebagai tanah Melayu yang religius, suasana aman dan kondusif sangat dibutuhkan agar umat Muslim dapat menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh dengan khusyuk dan nyaman.
Ketua DPW Riau LSM GIAS ( Gerakan Indonesia Adil Sejahtera ) Yopi Adri menegaskan pentingnya sinergitas antara pemerintah daerah, aparat keamanan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjaga stabilitas keamanan di seluruh wilayah Riau.
12 Kabupaten/Kota di Riau Jadi Prioritas Pengamanan
Penguatan Kamtibmas diharapkan merata di 12 kabupaten dan kota se-Provinsi Riau, yaitu:
1. Kota Pekanbaru
2. Kota Dumai
3. Kabupaten Bengkalis
4. Kabupaten Siak
5. Kabupaten Kampar
6. Kabupaten Pelalawan
7. Kabupaten Indragiri Hulu
8. Kabupaten Indragiri Hilir
9. Kabupaten Kuantan Singingi
10. Kabupaten Rokan Hulu
11. Kabupaten Rokan Hilir
12. Kabupaten Kepulauan Meranti
Seluruh daerah tersebut memiliki dinamika sosial yang berbeda, mulai dari pusat perkotaan hingga wilayah pesisir dan perbatasan. Oleh karena itu, pendekatan pengamanan harus dilakukan secara lebih akurat, terukur, dan humanis.
Antisipasi Gangguan Selama Ramadhan
Beberapa potensi gangguan Kamtibmas yang perlu diantisipasi menjelang dan selama Ramadhan antara lain:
Peningkatan aktivitas masyarakat saat sahur dan berbuka puasa
Lonjakan arus kendaraan pada malam hari (tarawih dan kegiatan keagamaan)
Balap liar dan petasan
Peningkatan kebutuhan bahan pokok
Potensi tindak kriminalitas
Ketua DPW Riau LSM GIAS meminta agar aparat pemerintah bersama Polri dan TNI meningkatkan patroli rutin, pengamanan tempat ibadah, serta pengawasan di pusat keramaian dan pasar tradisional.
Landasan Pancasila Sila Pertama
Semangat menjaga keamanan ini sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa. Nilai tersebut menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kehidupan beragama dan kebebasan umat dalam menjalankan ibadahnya dengan aman dan damai.
Ramadhan bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga momentum memperkuat persatuan dan toleransi antarumat beragama di Bumi Melayu. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat, diharapkan Ramadhan 1447 H tahun 2026 M ini dapat berlangsung lebih aman dan nyaman dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Masyarakat Riau pun diimbau untuk turut menjaga ketertiban, meningkatkan kepedulian sosial, serta bersama-sama menciptakan suasana yang harmonis selama bulan suci.
“Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai momentum memperkuat ukhuwah, menjaga keamanan bersama, dan menghadirkan ketenangan bagi seluruh umat Muslim di Bumi Lancang Kuning,” tutup Ketua DPW Riau LSM GIAS.

Tim Redaksi