lingkupperistiwa.com, Cerber- Angelina pagi itu berlari-lari kecil menuju sekolah, sebab Angelina terlambat karena bangun kesiangan.

” Duh gawat… Pagar pasti di kunci Security, ini gara-gara mata gak mau tidur semalam..” Ucap Anggelina dalam hati.
Rambut hitam sebahu bergerak teratur, Bocah perempuan berusia 10 tahun yang terlahir dari keluarga berada ini, memang agak sedikit Gokil.
https://youtu.be/8tlsvn0exsc?si=VOqqLgSHmGtBkZrt
keringat di dahi nya mulai nampak berkucuran.
” Huff…” Anggelina menghembuskan nafas panjang sesampai pagar sekolah. Seorang sekuriti sekolah Yang di panggil keseharian, Pak Amir memang terkenal galak, tapi tidak dengan Angelina. Karena sering di kasih kopi dan uang oleh Anggelina.
“Terlambat lagi Lin..” Tanya Pak Amir.
“Maaf pak, ini gara-gara mata gak mau di atur, Kesiangan deh, Bukain pak…” Pinta Anggelina
Pak Amir menatap tajam Anggelina
” Nanti di traktir kopi, Aman deh ..” Cuap Anggelina
“Kamu pikir aku bisa di sogok ” Jawab Pak Amir.
Anggelina hanya menyeringai mendengar kata pak Amir.
“Ya sudah silahkan Masuk.” Ucap pak Amir yang akhir nya luluh melihat raut wajah Anggelina
“Makasih pak” Ucap Anggelina sambil menyelipkan beberapa lembar uang kertas.
Pak Amir hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Anggelina yang telah berlari ke arah kelas nya.
Di dalam kelas, teman-teman Anggelina masih terlihat berkumpul dan riuh suara masih terdengar.
Baru saja Anggelina menghempaskan pantat yang cukup besar di bandingkan teman seusianya, terdengar langkah kaki dari luar kelas.
Dari pintu kelas, Terlihat seorang guru perempuan masuk.
“Selamat pagi Anak-anak…” Ucap guru itu.
Guru matematika yang terkenal pemarah bernama buk indah, Buk Indah sangat tegas terhadap murid nya
Melihat buk indah masuk, suara yang tadi nya ribut, sekarang hening. Tak ada lagi suara, bahkan kalau ada yang mau bersin atau kentut bakal di tahan mati Matian.
Perlahan buk indah duduk di kursi guru dan selanjutnya melangkah ke arah papan tulis.
Cukup lama buk indah menjelaskan rumus matematika. Anggelina yang semalam begadang sampai hampir pagi, di tambah dengan sunyi ruangan kelas dan sedikit lelah karena lari-larian, membuat anggelina ngantuk dan tidur
Plok…
Sebuah kapur tulis mendarat manis di jidat Anggelina
“Siapa sih yang ganggu orang tidur, baru aja jumpa pangeran.” Omel Anggelina
“Aku…” Teriak buk indah
” Sekarang kamu keluar, dan segera hormat ke tiang bendera. Sampai pelajaran selesai.” Teriak Buk Indah
“Huuuu…” Teriak teman sekelas Anggelina
“Diam…” Teriak Buk indah.
Anggelina dengan wajah cemberut melangkah keluar kelas, dan menghormat ke tiang bendera.
Panas matahari mulai terasa menyengat di kulit Anggelina.
“Apa aku pura-pura pingsan aja ya .” Bisik hati anggelina
Belum selesai melakukan niat nya, Seorang laki-laki seumuran Anggelina, Antonio menghampiri Anggelina.
Antonio adalah ketua kelas dan menjadi dambaan bagi wanita di kelas nya, meskipun itu adalah dambaan cinta monyet Ala anak SD.
Antonio memberikan minuman ke arah anggelina
Hati anggelina berdangdut Ria menerima minuman tersebut.
“Hebat ya…” Teriak sebuah suara.
Serentak Antonio dan anggelina melirik ke arah suara tersebut
Buk indah berdiri di belakang mereka.
“Antonio, sekarang kamu temani Anggelina” ucap Buk indah.
…………………………….
” Buk ini kopi nya..” Ucap sebuah suara mengagetkan lamunan Anggelina
Tidak tahu kenapa, Anggelina tiba-tiba teringat kenangan masa kecil dulu.
“Makasih Bukde..” ucap anggelina kepada pembantu yang sudah di anggap sebagai keluarga nya sendiri.
Sore itu, anggelina termenung di depan rumah nya, sambil meminta Kopi kepada Bukde Arum.
Bukde Arum telah mengabdi kekeluarga Anggelina semenjak orang tua anggelina masih hidup.
Meski orang tua anggelina sudah wafat, Anggelina tetap bersemangat dalam berkarir. Hingga anggelina mampu membawa perusahaan keluarga menjadi sebuah perusahaan yang ternama di kota Anggelina tinggal.
Anggelina tinggal di sebuah perumahan elit, di sebuah kota di Sumatera, Kota Pekanbaru yang di kenal dengan Kota Bertuah
Meskipun Anggelina sukses dalam berkarir, namun Anggelina selalu gagal dalam percintaan.
Pernah Anggelina mencoba menikah, namun separoh perjalanan, Anggelina harus menerima takdir pahit. Rumah tangga nya harus hancur, Sebab laki-laki menjadi pendamping hidup nya di jumpai berselingkuh.
Anggelina tidak masalah dalam materi, tapi di selingkuhi itu yang membuat Anggelina memilih untuk berpisah, Untung belum ada anak.
Sisi lain, Anggelina sebagai janda kaya tanpa Anak, dengan tubuh yang terawat, wajah cantik, Body Aduhai, tak jarang Anggelina di lirik oleh laki-laki. Pernah ada seorang Pimpinan Redaksi dari media online, yang mulai menyukai nya. Anggelina tetap menutup diri
Bahkan ada Aparat, bahkan tidak jarang pengusaha yang mencoba mendekatinya, namun hati Anggelina masih belum terbuka.
‘ Huff….”
Anggelina menghembuskan kan nafas berat.
Sebenarnya jauh di lubuk hati nya, Anggelina ingin sekali merasakan pelukan hangat dari lelaki, belain mesra, dan tempat Anggelina bermanja. Namun Rasa sakit di hati nya, membuat dia menutup pintu hati serapat mungkin.
” Buk tadi ada orang ngantarin bunga,” Ucap Bukde Arum sembari mengantar kan bunga di tangan nya.
“Dari Siapa Bukde..?” Tanya Anggelina
” Gak tau buk, yang antarin Kurir, di bunga itu juga tidak ada namanya.” Ucap Bukde Arum.
Sesaat Anggelina melihat kertas di bunga tersebut. Disana tertulis
“Pengagum Rahasia..”
Bukan sekali ini saja anggelina dapat bunga dari si pengagum Rahasia. Sudah berulang kali. Pernah Anggelina mencoba menyelidiki nya. Namun yang terjadi adalah sia-sia. Pengagum Rahasia tetap menjadi misteri.
” Apa sebenarnya yang di inginkan Si Pengagum Rahasia ini, ” Ucap Anggeline dalam hati.
“Buk saya kebelakang dulu.” Ucap Bukde Arum
“Ya bukde Terimakasih…” Ucap Anggelina
Srrup…
Anggelina menikmati kopi di depan nya. Perlahan mata nya terpejam. Pikiran nya jauh ke zaman dia Sekolah, kali ini Anggelina mengingat bagaimana dia mendapat Puisi dari Seseorang yang sampai sekarang Anggelina tidak tahu. Tapi Puisi nya masih melekat di benak nya
Saat itu Anggelina bersama gang kelas nya, yang memang Anggelina adalah ketua gang tersebut, Pulang dari kantin dan duduk di meja Anggelina, sambil bercerita cowok-cowok keren di kelas nya.
Sambil bercerita, Anggelina membuka Tas nya, disana anggelina menemukan sebuah amplop putih biasa, Anggelina agak terkejut melihat amplop itu.
Namun Anggelina tidak membuka di depan Teman-teman nya, anggelina berencana akan membuka di rumah, di kamar nya.
Sehabis jam pelajaran sekolah, dan pulang Anggelina lansung pulang menuju rumahnya, beberapa team gang mengajak Anggelina untuk ngumpul dulu. Namun Anggelina tetap bersikeras untuk pulang.
Sesampai di rumah, Anggelina membuka sepatu dan bergegas ke kamar nya.
Amplop di dalam tas Anggelina buka, dan mulai membacanya.
“Bidadari Sorgaku”
Sesaat Laun senyum mu, merambat jauh ke hati ku;
Dingin Namun Menghangatkan.;
Putih Kemudian Menghitamkan;
Pelangi di matamu memberikan warna pada senjaku;
Sementara aku adalah sang sunyi;
Berdiam tak mampu berkata ;
Menari tapi tak bergerak;
Menyanyi Tapi tak bersuara;
Genderang ku tak sampai padamu;
Cinta tak berkata;
Aku hanya melihat mu seakan aku adalah unggun yang akan padam;
Pernah aku coba menghilangkan sunyi, berlari kegunung kemudian aku berteriak,;
Menari di pantai kemudian aku …;
Camar hanya menatap ku seakan berkata;
“Ucapkan saja cintamu, menolak Adalah hak nya, di terima adakah hak mu;
Tapi aku adalah laut kesunyian, alunan nada;
Aku adalah langit tanpa Gilang gemintang;;
Aku hanyalah sang sepi di antara seribu rasa yang tak bisa aku alirkan.;
Dia, Anggelina adalah sang bidadari Sorgaku yang di titipkan Tuhan ke bumi ini ;
Tidak camar, Aku tidak mampu berkata;
Biarkan saja dia menari dengan alunan nada bahagia di sampingnya;
Aku adalah lelaku penonton yang memberi makna.;
Anggelina terus menatap surat tersebut, dia tidak mengerti siapa yang mengirimkan nya.
Hingga hari ini, kejadian serupa seakan terjadi lagi.
Sisi lain, hati yang terluka, yang teramat dalam menyiksa nya.
“Mungkin aku harus bercerita tentang kisah hidup ku, Tapi kepada siapa…?” Ucap Hati Anggelina.
“Apakah aku akan bercerita di dalam Novel saja. Agar kelak generasi ku tahu kalau aku pernah hidup di zaman ini ” Ucap Anggeline dalam hati. ( Sumber Apk Fizzo dan Pengarang Asli.)
Novel telah terbit di Fizzo

Tim Redaksi