Lingkupperistiwa.com – Pemadaman listrik yang terjadi selama ini kerap menimbulkan ragam tanya di kalangan masyarakat, terutama para pelanggan, sebab sebagian besar masyarakat saat ini aktifitasnya sangat bergantung pada listrik, baik aktifitas kantor maupun rumah.

 

Sehingga apabila dalam kondisi tertentu dihadapkan dengan padamnya listrik, maka secara otomatis akan menimbulkan ragam reaksi dari pelanggan.

 

Menanggapi kondisi ini, Menejer ULP PLN Beo, yang diwakili oleh Team Leader K3L Perti Amiman menjelaskan, terdapat sejumlah hal mendasar yang mengakibatkan terjadinya pemadaman listrik.

 

Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas ketidak nyamanan ini.

 

” Menejer ULP Beo yang diwakili oleh  Team Leader K3L Perti Amiman mengemukakan, pemadaman listrik yang terjadi selama ini diwilayah layanan ULP Beo, adalah bukan hal yang di sengaja.

 

Sesunggunya kita semua tidak menginginkan adanya mati lampu tapi karena  banyak faktor penyebab Listrik padam antara lain sentuhan pohon di jaringan, cuaca extrim, kerusakan komponen mesin dan juga pemadaman terencana.

 

” saat ini dengan terpaksa kami melakukan pemadaman bergilir, karena terbatasnya  daya mampu mesin yang ada, tapi kami tidak berhenti disitu.” Jelasnya

 

lanjutnya lagi, hari ini di PLTD Beo sedang dilaksanakan installing satu unit mesin berkapasitas 800 kW, kita berharap bersama sambil kita berdoa, mesin sekarang sudah posisi finising sehingga perhitungan dalam waktu dekat.

 

Kita sudah bisa coba tes jalan dan, seterusnya mesin ini akan di paralelkan dengan mesin yang sedang beroperasi, hingga pemadaman akibat defisit daya mampu bisa teratasi,” tandasnya.

 

Selama ini kami terus membangun sinergitas dan kerja sama dengan semua pihak, mulai dari majemen PLN, berkolaborasi dengan seluruh stekholder yang ada, yaitu Pemerintah Kepulauan Talaud bersama dengan DPRD dalam upaya perbaikan mutu kelistrikan di ULP Beo khususnya dan di Kabupaten Kepulauan Talaud pada umumnya.

 

Untuk itu kami memohon dukungan dan doa dari semua pihak agar upaya ini bisa terwujud, antara lain kerelaan para pemilik pohon-pohon yang ada di atas maupun di bawah jaringan listrik, untuk di pangkas atau di tebang oleh pihak PLN,” katanya mengakhiri pembicaraan. (FY)