Pekanbaru (Lingkupperistiwa.com) – Forum Mahasiswa Penerima Beasiswa Prestasi Bidikmisi Bhakti Negeri dan Tahfiz (FORMASIZ) UIN Suska Riau melakukan aksi audiensi ke Kantor Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Riau pada hari Selasa (24/12). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas ketidakjelasan pencairan beasiswa Pemprov Riau tahun 2024 yang hingga kini belum juga terealisasi.
Ketua Umum FORMASIZ UIN Suska Riau, Lowelfit, mengungkapkan kekecewaannya atas situasi ini. “Kami sudah sangat menunggu pencairan beasiswa ini. Banyak dari kami yang sangat bergantung pada beasiswa ini untuk melanjutkan studi. Keterlambatan ini sangat mengganggu aktivitas perkuliahan kami,” ujarnya.
Dalam audiensi tersebut, perwakilan FORMASIZ sebanyak 25 Orang menanyakan langsung kepada Kepala Bagian Biro Kesra Riau, Rudi Hartono, mengenai penyebab keterlambatan pencairan beasiswa dan kapan mahasiswa bisa menerima dana tersebut. Rudi Hartono menjelaskan bahwa proses pencairan beasiswa telah selesai di tingkat Biro Kesra, namun terkendala pada proses pencairan di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Riau.
“Biro Kesra sudah menyelesaikan semua administrasi yang diperlukan. Namun, dana beasiswa masih berada di BPKAD. Kami juga tidak bisa memastikan kapan dana tersebut akan dicairkan. Oleh karena itu sebaiknya ditanyakan juga secara langsung ke BPKAD mengenai pencairan beasiswa ini karena merekalah yang bertanggungjawab untuk pencairan ini”. Jelas Rudi Hartono.
Menanggapi penjelasan tersebut, Lowelfit menyatakan kekhawatirannya akan dampak yang lebih luas jika masalah ini tidak segera diselesaikan.
“Jika beasiswa ini tidak segera cair, banyak mahasiswa yang akan kesulitan melanjutkan studinya. Kami berharap pemerintah provinsi dapat segera menyelesaikan masalah ini dan mencairkan beasiswa sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Lebih lanjut salah satu peserta audiensi Rahma Laila penerima beasiswa Bidikmisi Bhakti Negeri menyampaikan keluhannya dan harapannya agar beasiswa segera cair.
“Saya berharap agar beasiswa Pemprov ini segera cair, karena jujur saya sebagai seorang yatim piatu yang tidak ada orang tua apakah bisa lanjut untuk kuliah atau tidak jika beasiswa di tahun ini tidak cair”. Ungkap Rahma yang juga merupakan mahasiswa di jurusan Ilmu Hadis UIN Suska Riau ini.
Aksi audiensi yang dilakukan oleh FORMASIZ UIN Suska Riau ini menjadi sorotan publik. Mahasiswa berharap pemerintah provinsi dapat lebih responsif terhadap masalah ini dan segera memberikan solusi yang terbaik bagi para penerima beasiswa.
Selain itu banyak keluhan serta komentar mahasiswa di media sosial terkait tidak jelas nya informasi pencairan beasiswa tersebut. Ada yang menyatakan bahwasanya pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya apabila tidak amanah dalam mengelola keuangan daerah yang notabenenya adalah hak masyarakat. Selain itu juga ada yang menyatakan bahwa mahasiswa akan akan melakukan aksi yang lebih besar lagi jikalau memang tidak ada kepastian pencairan beasiswa tersebut karena hal ini bisa saja merupakan permainan pada elit pejabat yang berwenang.
Dari penelurusan yang dilakukan awak media ke sejumlah kampus, kami menemukan bahwa besarnya harapan mahasiswa agar beasiswa ini segera di cairkan sebelum habis tahun 2024 ini.

Tim Redaksi